Yuridyo 1301025606
Ocky Ariobimo 1301031003
Mario Jersy 1301016053
Ryan Fauzi 1301030954
Azhar Gunawan 1200968136
08PAY
Konsultasi online adalah salah satu contoh penerapan ict dalam bidang kesehatan. Hal tersebut merupakan suatu kemajuan yang sudah ramai digunakan pada berbagai situs, contohnya pada arumah Sakit,Lembaga kesehatan, bahkan Klinik online.
Adanya konsultasi online ini dapat dilakukan melalui beberapa langkah yang mudah, mobile dan online sehingga mudah dilakukan bagi yang membutuhkan pertolongan sementara dan cepat. Keadaan darurat yang umumnya terjadi tanpa diketahui apa yang harus dilakukan jadi mudah dicari solusinya. Sayang penerapan realtime belum banyak terjadi, sehingga forum dan social media menjadi penawaran konsultasi yang ada.
Bentuk lain dari konsultasi online adalah Cyber Medicine. Menurut sumber-sumber yang ditemukan, Cyber Medicine memberi saran servis dari internet.
Adapula telemedicine, dalam kegunaannya diigunakan untuk diagnosa dan obat yang menyembuhkan. Perbedaannya dengan Cyber Medicine adalah, Cyber Med digunakan untuk Obat Pencegahan dan kesehatan umum.
referensi:
http://www.tanyadokter.com/consultation.asp
https://sites.google.com/site/emedicinetelemedicinelawinfo/cyber-medicine-and-internet-medical-web-sites
yudobat's universe
Monday, April 1, 2013
Thursday, January 17, 2013
Les Misérables (2012)
Untuk sebuah film
drama-musikal(yang penulisannya di XX* ternyata typo mulu) tentu Les Misérables jadi yang teranyar dari beberapa waktu
terakhir ini. Mungkin, karena saya bukan penggemar genre ini jadi jarang
menonton film musikal yang ngebuat saya kurang tahu film lainnya dalam waktu
dekat ini.
Gw coba menelusuk sedikit lebih dalam
kedalam les mis,
(padahal baca baca wikipedia sama imdb)
Les Misérables adalah sebuah novel karya Victor Hugo yang terkenal
di Perancis, dipublish tahun 1862 dan dianggap sebagai karya yang sangat
brilian di abad ke 19. Menunjukkan sejarah perancis, politik, filosofi, agama,
romansa dan cinta kasih keluarga.
Difilmkan sampai ini setidaknya 7 film sejak tahun 1934 hingga yang terakhir tahun 2012 menjadi nominee oscar, pemenang
Golden Globe di “Suddenly” sebagai original song,best picture for musical or
comedy, Hugh Jackman sebagai Best Performance by an Actor, Anne Hathaway
sebagai Supporting Actress dan banyak
awards lainnya.
Nonton
ini,dirumah karena ga bisa ke bioskop dalam keadaan cacar air, bisa diusir
orang nanti kalau maksa. Untungnya pilihan nonton dirumah cukup tepat karena
ternyata seperti waktu saya nonton Edward Scissorhandsnya Tim Burton saya banyak mem-pause film karena emang payah
aja gakuat hehe.
Oke apa sih ceritanya?
Seorang tahanan
bernomor 24601 yang bernama asli Jean Valjean(Hugh Jackman) yang dipenjara
karena mencuri roti untuk makan adiknya. Dia dibebaskan bersyarat dari penjara
karena sudah waktunya dia keluar dengan syarat melapor pada petugas yang
berwenang di daerah itu. Akan tetapi Inspektur Javert (Russel Crowe) tidak
mempercayai bahwa dia sudah berubah, sehingga dia bersumpah akan mengejar
Valjean jika dia melakukan kejahatan. Valjean pun tidak bisa bertahan karena
tidak ada yang mau mempekerjakannya karena dia seorang Wolveri..eh salah…
seorang penjahat yang pada kertas identitasnya dicap penjahat.
Tidak diterima
oleh sosial yang bahkan tidak lebih baik dari dirinya menuntun Valjean kepada
seorang Pastur di Gereja yang menjanjikan hidup untuknya. Disini pun ia
mendapat ilham untuk menjalani hidup lebih baik.
Selang 8 tahun
kemudian dia berhasil menjadi Walikota di Montreuil-sur-Mer dan memiliki sebuah
pabrik. Fantine (Anne Hathaway) salah seorang pekerjanya diketahui diam-diam
mengirim uang pada anaknya, Cossete( Isabelle Allen) yang tinggal dengan
keluarga Thenardiers ( Sascha Baron-Cohen dan Helena Bonham Carter).
Karena
merupakan suatu ancaman maka Fantine dipecat oleh tangan kanan Valjean (michael
Jibson). Tidak butuh waktu lama, demi menghidupi anaknya dia menjual diri
sebagai pekerja prostitusi. Fantine pun bertemu masalah karena ada pelanggan
yang abusive. Melihat itu Inspektur Javert menangkapnya.
Beruntung
Valjean ada disitu. Dia menyelamatkan Fantine dan dibawa ke rumah sakit. Pada
saat itu Javert pun mengetahui bahwa Valjean adalah incaran dia. Di rumah sakit
mengetahui cerita Fantine, Valjean pun bersumpah untuk mencari dan mengurus
Cosette seperti anaknya sendiri.
Sayang…Javert
mengejar…
So what’s
your point Ndo?
Sebagai film
musikal, Les Mis seru sekali, nyanyian para aktor dan aktrisnya membahana megah
dan indah seperti menonton opera yang tersaji dalam bentuk film. Saya sangat
suka Anne Hathaway ketika proses transformasi menjadi prostitusi menyanyikan
sebuah lagu I Dreamed a Dream (semoga
benar) yang terasa sangat menjiwai dalam setiap kata yang diucapkannya. Membuat
saya sing-a-long dalam kesedihannya. Banyak juga lagu lain dalam film ini yang
indah sekali namun saya tidak bisa ingat karena yah setiap dialognya aja nyanyi
hehehe.
pas adegan ini
Saya senang sekali dengan penggambaran yang diciptakan oleh
Les Mis. Penggambaran perancis yang seperti khayalan saya ketika membaca
sejarah, penuh dengan hal kotor, memilukan dan ketimpangan sosial yang menyayat
hati, Disini pun saya menyadari ketika “Do
You Hear the People Sing?” Dinyanyikan oleh rakyat bahwa orang Perancis itu memang
gila. Sedikit bercerita mengenai pengalaman saya di Manchester, saya sekolah
bersama kurang lebih 70 orang perancis. Setiap hari, betul betul setiap hari
setiap malam kita berjalan menuju bar selalu mereka nyanyikan “La Marseillaise”
dan lagu nasional lainnya tanpa peduli mereka ada di tanah siapa dan apa
pendapat orang. Karena..ya balik lagi ke apa saya bilang. Orang perancis itu
dapat menjadi gila, vokal tetapi manis dalam satu waktu. Kebersamaan adalah
nomor satu bagi mereka.
gw yang kulitnya item sendiri. skip. skip.
Mungkin sedikit yang memiliki pengalaman seperti saya
dalam hal “mengerti” orang perancis ini, tapi jelas satu hal untuk saya mengapa
film ini terkesan hebat sekali karena penggambarannya setiap detail
menunjukkan hal yang dimiliki mereka. Kita dapat belajar banyak kebudayaan atau mungkin habit masyarakat perancis dari film ini.
Suatu penggambaran yang brilian dalam kemasan musikal. Seperti setelah menonton
film action saya menjadi sok gagah, maka setelah menonton ini kenyataannya saya
berusaha menyanyikan setiap perkataan saya dengan logat sok perancis. Nyokap pun jadi nyangka gw belom minum obat lagi di
kloter terakhir hari ini. Merci Les Misérables!
Tuesday, July 3, 2012
The Amazing Spiderman(2012) Perbedaan + Review
"We all have secrets. the ones we keep...and the ones that are kept from us."
Peter Parker
Mereview the Amazing Spiderman adalah hal yang paling gw inginkan karena gw sangat amat menunggu film ini release. Tapi gw mau coba untuk lebih menulis melalui pertanyaan-pertanyaan yang umumnya ditanyain temen-temen ngeliat gw heboh nonton teaser dan clip dari youtube yang banyak banget ditebarin sebelom amazing keluar.
Paling banyak temen gw nanyain ini,
“Ngapain gw nonton
Spiderman lagi? Kan gw udah apal ceritanya, diputer mulu di tv gitu.
Remake/Dibuat ulang juga paling ceritanya sama, beda orang doang jadi nggak
sreg.”
Kalau cowok,
Buat liat Emma Stone yang aduhai itu.
Kalau cewek,
Buat liat Andrew Garfield yang cute abis jadi spidey.
Nggak lah! Hahaha… tapi iya juga sih -_-
Jadi gini, menurut yang
dinyatakan Amazing Spiderman mengambil
alur cerita dari Ultimate Spiderman (2000). Disitu nggak cuma memodernisasi
dunia spiderman ini tapi juga mengangkat hal-hal yang jarang ditunjukin dalam
spidey seperti contoh nunjukkin orang tuanya peter.
Nah Webb berusaha mengambil hal
tersebut tapi juga mengarahkan ke perspektif bahkan detail cerita yang berbeda.
Mungkin karena udah yakin orang-orang terbiasa dengan premis spiderman
sebelomnya maka dia bertujuan untuk lebih kepada mengakrabkan kita ke Peter
yang baru, melihat kehidupannya yang lebih dalam, kepribadiannya bahkan dunia
yang dia tempati dimana terlihat jauh berbeda dibanding yang sebelumnya.
Disini ceweknya Gwen Stacy ( Pacar
Peter yang pertama kalau di komik) bukan Mary Jane. Disini Peter Anak SMA bukan
Kuliahan. Dia lebih senga dan banyak bacot persis kayak komik pertama gw
(Akhirnya :’D ) bukan spidey yang lebih depresi, serius dan jarang becanda. Ah
pokoknya beda deh.
Jadi ya kalau nonton amazing ini
lebih kepada ngeliat spiderman di dunia yang berbeda , perkenalan sama spiderman
baru yang gw harap ada sekuelnya.
“Terus kenapa dibuat ulang? Kenapa nggak lanjut
ke Spiderman 4 aja yang isu musuhnya dr. Lizard sama Carnage ?”
DUITTTTTTT BROOOO
Dengan adanya sutradara(Marc Webb) dan bintang baru(Andrew
Garfield dan Emma Stone) tentunya akan jauh lebih “murah” budgetnya disbanding ngelanjutin
yang lama. Seenggaknya paychecks mereka nggak “gede” disbanding bintang
sebelomnya
Yap , Tobey mau $ 50 juta kalau mau ada spiderman 4 dengan dia sebagai Peter.
Belum termasuk actor besar lainnya bahkan sang sutradara Sam Raimi yang
pastinya minta naikin gaji mereka. Selain itu sepertinya Sony terlalu banyak
memberikan intervensi ke Spidey untuk banyakin cerita sehingga ceritanya di
film Spiderman 3 cukup berantakan.
Kenapa sekarang? Karena Sony ga mau kehilangan movie-rightsnya
Spider-Man yang setau gw mesti bikin Sekuel Spidey dalam waktu dekat atau nggak
movie-rightsnya lepas kembali ke marvel. CMIIW
“Jadi gw mending
nonton atau nggak?”
Saran gw iya, karena kalau diliat kemungkinan kita harus
terbiasa dengan sekuel Amazing Spiderman nantinya. Goodbye the old ones!
Okay here’s my review:
Peter
Parker(Andrew Garfield) adalah seorang pelajar di Midtown Science HighSchool
yang kalau diklasifikasikan adalah seorang Nerd. Sering dibully, tapi tidak
punya kekuatan untuk melawan, hanya bermodal keberanian. Diam-diam dia menyukai
Gwen Stacy(Emma Stone) , wanita terpintar di kelasnya-Detail ini penting-yang selalu
berpakaian seksi dengan boots tinggi dan berwajah cantik
Keadaan
rumahnya seperti warga lainnya, hanya saja dia tinggal bersama pamannya Ben(Martin
Sheen) dan tantenya May(Sally Field). Dia ditinggalkan orangtuanya ketika masih
kecil karena alasan yang tidak jelas.
Suatu
hari Peter menemukan koper ayahnya dibawah gudang, tanpa sengaja dia mendapat
surat-surat penting milik ayahnya didalam koper tersebut. Peter ingin
mengetahui apa yang mereka lakukan sehingga meninggalkannya, ternyata surat
tersebut merunut kepada gedung Oscorp, tempat kerja dr. Curt Connors(Rhys
Ifans) sebagai teman riset ayahnya dulu dan kepala lab disana. Untuk mengetahui
alasan tersebut maka pergilah peter kesana.
Apakah Peter dapat menemukan jawaban yang dia cari selama
ini?
Atau berubah jadi Manusia Laba-laba yang super duper keren?
Emang dasarnya udah nungguin film
ini dari pertama gosipnya keluar jadi buat gw ya bagus banget. Yang pasti gw
bakal lebay memuji film ini, bayangin deh lo punya gambaran karakter karena lo dekat(baca:
baca komiknya) dari sd, main gamenya di PS1,2 sampe sekarang xbox360 semua
penggambaran spidey disitu sama: bawel, lucu, gesit, senga, enerjik ! Semua lebih mengarah ke Amazing spiderman yang komikal itu.
Disuguhin sama Spiderman 1,2,3 gw
seneng setengah mati, tapi cukup kecewa karena penggambaran Tobey sebagai Peter
disitu terlalu gelap. Gak ada kebawelan gila ala spidey yang gw kenal. di Amazing
Spiderman, gw dapetin semua yang gw mau. Dan tentunya gw bisa ngerubah
pandangan spidey di dunia nyata yang
suntuk jadi spidey yang gw suka lagi.
Perubahan scene Marvel tapi
sekarang makin berasa similar semua yah, keliatan banget dari Avengers bahkan
Amazing yang baru ini, kalau alur ceritanya drama-action-comedy-action-drama
dan terus berulang. Walau begitu hal ini sukses bikin orang seneng karena
terpenuhi hasrat nontonnya.
Oke beralih ke Visual,
Gw nonton
dengan visual 3D, dan gambarnya Amazing! Inside the box yang maksimal dalemnya
kayak avatar atau scene Prometheus waktu pintu kapalnya dibuka Meredith
Vickers. Outside the box-nya juga asik
banget, bikin berdebar waktu ada benda yang terbang kearah kita(Dan scene
beginiannya ga maksa kayak Resident Evil terakhir). Waktu ada menara pencakar
langit keluar layar gw sampe bergidik mundur ke bangku lupa bahwa itu 3D
(norak). Dan efek 3D yang paling EPIC itu scene dimana kita jadi First Person
Spiderman melayang kesana sini dan ditutup pake jaring yang ditembakin tepat
kearah kita! Seinget gw, terakhir gw setakjub itu pas ngeliat credit scenenya
Despicable Me yang tangga jatoh pas didepan kita. keren! RECOMMENDED to watch
it in 3D!
The Amazing Spiderman, reboot yang
sebelum tayang sudah dicap gagal oleh pesimisnya banyak orang, tapi ternyata
malah AMAZING dan sangat menyenangkan!
The Amazing Spiderman(2012)
8,5/10
Sunday, June 10, 2012
Madagascar 3: Europe's Most Wanted
“TATATATATATTA
CIRCUS! TATATATATATTA AFRO! CIRCUS AFRO! CIRCUS AFRO! POLKADOT, POLKADOT,
POLKADOT, AFRO!”
Para binatang yang kabur dari
kebun binatang New York yaitu Alex (Ben Stiller) , Marty(Chris Rock), Gloria
(Jada Pinkett Smith) dan Melman(David Schwimmer), King Julien(Sacha Baron
Cohen) beserta pengikutnya , para penguin dan monyet-monyet masih terdampar di
Afrika. Keinginan mereka tetap sama, yaitu kembali ke “Rumah” mereka di New
York. Akan tetapi para penguin dan monyet-monyet mencoba berangkat lebih dahulu
dengan pesawat yang berbentuk lebih seperti burung ke Monte Carlo untuk
mendapatkan uang demi kepuasan tersendiri, tanpa disangka pesawat tersebut bisa
terbang dan merekapun hilang tanpa sempat binatang lain menumpang. Para binatang
yang tersisa pun inisiatif mengejar para penguin dan monyet di Monte Carlo agar
dapat pulang bersama. Sayang gerakan mereka ketahuan Pengawas Binatang liar dan
akhirnya mereka malah dikejar untuk ditangkap.
Apakah mereka
berhasil meloloskan diri mencapai Amerika?
Atau perjalanan mereka berakhir di
Eropa?
“3Dnya keren yah!”
“Ceritanya lucu
banget!”
Itu baru sebagian yangkeluar dari
mulut orang abis nonton Madagascar 3 3D, kenapa gitu? Karena Madagascar 3 emang lucu dan bagus dalam visual 3Dnya yang kerasa keluar dan kedalaman layar maksimal.
Efek 3Dnya pun menurut saya tidak menyakitkan mata/bikin capek kalau nonton. Kalau bukan penggemar 3D yah ga
ada salahnya nonton Madagascar III dalam tampilan 3D karena (mungkin) akan jauh
lebih menyenangkan nonton di tampilan itu.
Saya
sendiri paling suka setiap adegan Melman keluar karena leher dan muka jerapahnya
yang panjang berasa keluar dan dekat dengan kita sebagai penonton bikin tambah
ngakak ngeliat sikap dia atau tiap adegan ledakan yang ngebuat saya kaget
melihat objek yang muncul ke arah penonton terasa nyata. Permainan warna pun sangat
beragam dan menyenangkan dalam memanjakan penonton yang umumnya Keluarga, sehingga
animasi ini tidak hanya membuat
anak-anak kecil kegirangan tapi juga membuat remaja dan orang tua tertarik
untuk melihat lebih jauh lagi.
Para
writer Eric Darnell dan Tom McGrath dari sekuel pertamanya yaitu Madagascar dan
Madagascar 2: Escape to Africa sukses mengocok perut penonton untuk tertawa
melihat tingkah absurd dan kocak dari kuartet Hewan gila beserta kawan-kawannya
geng penguin, monyet-monyet gila serta King Julien dan pengikutnya maurice dan morty
si mata sedih. Mereka begitu klop. Tampilnya Vitaly, Gia dan Stefano di film
ini sebagai karakter baru sebenarnya mengecewakan saya karena saya lebih ingin
melihat mereka yang sudah klop itu lebih gila bersama tanpa adanya karakter
baru lagi yang mengambil porsi layar cukup banyak.
Madagascar 3 ini memang film keluarga yang layak untuk ditonton bersama. Tidak membosankan, Penuh tawa dan layak menjadi tontonan mengisi waktu keluarga anda. Untuk kepuasan maksimal
saya sarankan menonton film ini dalam tampilan 3D.
Madagascar 3: Europe’s Most Wanted
Yudobating
7/10
Thursday, June 7, 2012
Prometheus (2012)
"My God, we were so wrong" - Elizabeth Shaw
Pada tahun 2089 sepasang arkeolog yang bernama Elizabeth
Shaw(Noomi Rapace) dan Charlie Holloway menemukan jejak pada antariksa yang
diperkirakan memiliki jawaban atas asal mula manusia tercipta. Mereka beranggapan
bahwa inilah tawaran untuk membuka rahasia kehidupan yang ditinggalkan oleh
manusia pendahulu mereka. Peter Weyland(Guy Pearce) yang merupakan CEO dari Weyland
Corporation pun memberikan dana untuk perjalanan lintas angkasa dengan sebuah
pesawat luar angkasa bernama USS Prometheus. Perjalanan menuju planet tersebut
menggunakan sistem kecepatan cahaya sehingga para petualang dibekukan agar
tidak bermasalah dalam perjalanan. Prometheus selama perjalanan dijalankan oleh
Android yang mengambil bentuk manusia agar dapat memahami perilaku dan tidak
aneh bagi para petualang itu saat nanti mereka terbangun. Android ini bernama
David (Michael Fassbender).
Pada
tahun 2093 prometheus sampai pada tujuannya di orbit LV-223. Dibangunkan dari “tidur”
lamanya merekapun diingatkan pada misi utamanya yaitu menemukan artefak alien
yang memiliki kemungkinan bahwa merekalah Manusia yang pertama, Nabi Adam bagi
mereka, Manusia yang pertama ini dinamakan “Engineers”. Misi ini diingatkan
oleh Mission Director Prometheus yang bernama Meredith Vickers(Charlize Theron)
agar jika ada kontak dengan makhluk apapun mereka harus menghindarinya. Sebuah
team pun dikirim keluar Prometheus untuk mengeksplorasi jejak yang mereka cari
sementara Sang kapten, Janek (Idris Elba), dan Vickers mengawasi kegiatan
eksplorasi mereka.
Apakah
yang terjadi? Akankah mereka menemukan Artefak itu atau mereka menemukan
sesuatu yang seharusnya tidak mereka temukan?
Pertama
saya mau menuju ke bioskop saya hanya mengandaikan bahwa ini adalah film sci-fi
biasa yang dikemas hebat . ternyata saya salah. Prometheus bukanlah film biasa
saja, ini adalah film yang memiliki Visual menawan yang tentunya terlihat
sangat indah dalam tampilan 3D didukung oleh Sound Effect yang menggetarkan
perasaan membuat penonton terlarut dalam keindahan yang ditawarkan Ridley Scott
sebagai sutradara. Membangun ketegangan dengan perlahan membuat kita
diposisikan sebagai mereka sehingga ketegangan yang dihasilkan terasa sangat
nyata.
Akting Fassbender
dan Rapace sebagai tokoh David serta Shaw sangatlah apik. Terlihat tidak
sebagai berakting, tapi memberi nyawa pada karakter di film ini. Bahkan saya
yang sangat senang dengan penampilan Fassbender sebagai Magneto di First Class
merasa Jiwa dia jauh berbeda dengan ini. Seperti kenal dengan teman baru. Semua
menjadi apik dan solid, didukung pula oleh Charlize Theron yang cantik sekali
disini :p
Kembali
ke visual, tampilan panorama bumi yang tampak memiliki setting pada jaman
dahulu, planet dalam orbit LV-223 maupun teknologi yang dipakai USS Prometheus
terlihat sangat nyata. 3D yang ditawarkan pun berbeda, seperti dimensi baru
dalam film yang memiliki kedalaman visual yang jauh kedalam, membuat saya
melupakan kenyataan bahwa itu adalah layar theatre.
Keindahan
visual tersebut menjadi sangat nyata dengan Scoring yang dibuat oleh Marc
Streitenfeld dan Harry Gregson-Williams. Seperti contohnya musik yang berjudul
Life, saya sangat suka ini, melekat dalam otak.
Saya ingin menyarankan anda menonton film ini dalam 3D,
mungkin akan lebih seru menonton dalam iMax 3D tapi saya belum punya waktu
untuk mengantri kesana. Dalam waktu dekat ini saya yakin akan kembali ke
bioskop atau tepatnya iMax untuk masuk lagi ke dunia prometheus. Karena... film
ini indah.
Wednesday, June 6, 2012
Prometheus(2012) a trip review
"My God, we were so wrong" - Elizabeth Shaw
Gw membuat tulisan ini sekarang
dalam kondisi turun dari puncak menggunakan magic mushroom gajah. Mungkin
kalian semua yang membaca ini ngetawain ga penting atau apalah. Up to you, mau
percaya atau tidak, here we go!
Prometheus diawali dengan adanya
makhluk yang luar biasa sempurna yang menurut gw mewakili kesempurnaan yang
kita cari sebagai manusia. Tapi dari situ semua dimulai. Gw ga bisa bilang ini
merupakan suatu film, ya, prometheus bukan film...Ini adalah brainwash,
brainwash dimana orang orang yang kita anggap tidak beriman di dunia
menunjukkan bahwa tuhan itu tidak ada. Tuhan itu tidak nyata, karena itu kami
beri tunjuk kalian tuhan. Bentuk yang bersosok manusia putih terlihat berwibawa
dan esa. Prometheus... menjawab pertanyaan hidup.
Saya adalah orang yang beragama(semoga
saja begitu), saya juga tidak pernah melakukan riset atau apapun untuk melihat
jawaban itu, saya tidak mau berdebat hanya karena tulisan ini, karena tulisan
ini hanyalah satu dari sebagian ide manusia yang sebenarnya tidak penting, tapi
mendekati gila.
Setiap aspek yang ditunjukkan
prometheus dalam prosesnya adalah penggambaran sudut pandang yang menurut gw
dan teman-teman dari kepercayaan atheist.
Saya bahkan kami menilai bahwa prometheus mengajak penonton untuk
melupakan semua yang sudah biasa kita alami di dunia, membuat kita memuja diri
sendiri menganggap diri kita sebagai tuhan yang menciptakan sesuatu kemudian
mengakhirinya tapi terus tanpa henti mencari jawaban baru atas ciptaan kita
sendiri karena ketidakpuasan sebagai sifat dasar manusia dan mencari
kesempurnaan yang saya yakini hanya tuhan yang memilikinya.
Efek yang diberikan dalam film
ini sangatlah indah, inilah monalisa saya pada era saya, inilah seni yang
terciptakan indah tanpa ada kekurangan yang berarti dalam penunjukkannya. Berlebihan
memang, tapi ini nyata. Pertama saya kira hanya kami yang tercengang karena
efek dari mushroom itu sendiri, tapi tidak demikian halnya dengan penonton
lain. Mereka semua tercengang, Di sudut kanan bioskop pun ada pasangan yang mau
mesum bercinta dengan pasangannya, pendengaran saya sangat peka , saya tahu
mereka ingin melakukan itu. Tapi apadaya, prometheus dimulai. Cuci otak
dimulai, merekapun lupa akan tujuan mereka, tercengang melihat keindahan
prometheus dan asyik dalam permainan pikiran yang bersih disajikan.
Saya merekomendasikan film ini
setelah enter the void jika anda ingin menemukan hal tersebut, tapi jangan
salah arah, karena prometheus akan memberikan anda kegilaan dalam meyakini
kenyataan. Bukan, saya bukan first timer atau noob dalam magic mushroom, sering
nonton atau punya waktu menjalani trip tapi ini berbeda.
Tidak ada yudobating dulu, tapi
saya sangat merekomendasikan film ini ditonton melalui visual 3D baik anda
sedang dalam keadaan normal maupun trip. Menyesalah anda jika meremehkan Prometheus
sebagai film sci-fi biasa. Karena
Prometheus. Salah satu contoh karya yang hampir sempurna
dalam era saya.
Hati-hati, ini bukan film. Saya sudah mengingatkan.
Labels:
Magic,
Mushroom,
Prometheus
Friday, April 27, 2012
Modus Anomali (2012)
"Please help me, I don't know what happened!"
Seorang pria (yang kemudian diketahui bernama John Evans(Rio Dewanto)) mendapati dirinya terkubur tanpa alasan yang jelas di tengah hutan antah berantah. Pria ini mencoba menelfon emergency call untuk meminta bantuan. tetapi pada Saat itu pula pria ini sadar... dia tidak tahu siapa dirinya...Mencoba berpikir keras akan apa yang terjadi, pria ini menyusuri hutan dengan kepanikan yang luar biasa.
Berlari, berlari dan berlari sebisa mungkin pria ini menemukan sebuah gubuk yang kelihatannya berpenghuni karena terlihat ada mobil yang terparkir di depannya. Dia mengetuk pintu, memanggil orang yang ada di dalam tapi tidak ada yang menjawab. Setelah putus asa, gagang pintupun dibuka secara paksa. Pintu itu tidak terkunci! sambil waspada, dia masuk ke rumah dan menemukan sebuah handycam dengan tulisan "press play" dia memencetnya dan muncullah video seorang wanita hamil(Hannah Al Rashid) yang disekap oleh seseorang yang membawa pisau sambil menghadap ke kamera. Wanita itu meminta tolong sementara sang penyekap mulai mengayunkan pisaunya ke wanita tersebut. What the fuck happened?
Selamat datang kepada para pecinta adrenalin, modus anomali adalah film untuk adrenaline junkie yang ingin merasakan tekanan dalam menonton sebuah film tanpa harus berpikir keras tentang apa yang terjadi di dalamnya. Mengikuti alur yang berjalan tanpa henti seperti angin hutan segar yang berhembus diantara pepohonan.
Pengambilan gambar yang brilliant sambil mengeksplorasi keindahan hutan yang digambarkan sangat detail mengajak penonton untuk merasakan hal yang sama seperti john yang berlari di hutan sambil dikejar sosok misterius. Ketegangan itu sendiri dibangun dengan sangat apik oleh Joko Anwar sang sutradara yang memberi petunjuk kepada penonton untuk menebak-nebak siapa dalangnya melalui clue-clue yang simple tapi menghajar otak seperti Jam kotak dengan alarm 11:11 yang ternyata tersebar didalam hutan dan masih banyak lagi. Petunjuk itu adalah kuncinya. Joko membuat penonton bermain dengan otaknya, memainkan
imajinasi liar untuk membuat penonton memiliki persepsi yang berbeda dalam menebak arah film ini.
Kekurangannya menurut gw pribadi adalah jawaban dari semua permainan otak itu disajikan dengan cukup jelas. Seperti memang seharusnya begitu padahal gw berharap jika kita diberikan ruang berpikir yang lebih luas untuk mereka-reka jawaban dari permainan ini. Sedikit terganggu dengan isu penggunaan bahasa yang juga banyak disinggung orang karena terasa sekali broken englishnya, tapi biasa aja ah, gw suka Hannah dan Surya saputra berbicara dalam bahasa Inggris, terasa nyaman. Joko juga tidak menunjukkan bahwa modus anomali bersetting di negara manapun sehingga masalah bahasa bukanlah hal yang seharusnya dipermasalahkan dari film ini.
Modus Anomali adalah film bagus, terlalu sayang jika dilewatkan begitu saja dari daftar nonton bioskop karena efek suaranya terasa sangat mendukung film ini membangun suasana yang merubah daya khayal dari hanya menonton di bioskop jadi berlari bersama john di hutan.
Modus Anomali
8/10
Subscribe to:
Posts (Atom)







